Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Technorati button
Reddit button
Myspace button
Linkedin button
Webonews button
Delicious button

Mau Bupati Kiai atau Pengusaha?

Oleh: Borni Kurniawan

Kabupaten Bima dipimpin seorang tokoh keturunan raja, Dae Feri sebutanya. Selain berlatar belakang sebagai seorang sultan, Dae Fery  konon banyak menimba ilmu sebagai pebisnis di Jakarta. Cara kebumene, Juragan. Berkat ilmu dan amunisi yang banyak ia dapatkan dari Jakarta itulah, lima tahun lalu dia mencalonkan dirinya sebagai Bupati Bima.

Menurut cerita teman setempat, latar belakang bupati yang demikian, berimplikasi cukup negative terhadap tata kelola pemerintahan dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakatnya. Latar belakangnya, sebagai anak keterunun sultan, barangkali boleh kita setarakan dengan kiai di Jawa, wabil khusus Kebumen. Kiai di Jawa, lahir dari suatu lingkungan yang konon cukup akrab dengan tradisi feodalistik, bahkan ada yang mengatakan kiai itu, bak raja-raja kecil.

Kembali ke Dae Feri, Bupati ini menunjukan perilaku toriter. Saking otoriternya, hampir setiap SOTK, reposisi jabatan semuanya dia yang ambil kendali. Siapapun pejabat dan pegawai daerah yang bersebarangan dengan dirinya pasti akan dimutasi. Contoh kecil, gara-gara demo menuntut kesejahteraan, guru negeri yang ikut demo langsung di pinah ke daerah-daerah yang terpencil.

Menjelang Pilkada, bulan empat 2010 ini, dia juga memperketat dan melokalisir seluruh perangkat daerah untuk tidak bermain mata dengan wakil bupatinya sendiri yang juga mencalonkan diri. Biasa, takut rivalnya, yang saat ini masih mendampinginya akan memenangkan kompetisi tersebut. Masih cerita teman, gara-gara wakil bupati, numpah pipis (buang hajat kecil) di salah satu pegawai negeri Bima,esok harinya, sang pegawai tersebut dimutasi tanpa ampun.

Keotoriteranya juga nampak pada penguasannya atas proyek-proyek daerah yang selalu bermuara ke kantung pribadinya.

(wis kat mbiyen….sing jeneng promosi pit ya….. selalu….. kwalitethja paling baik…..he he he he he ….  –sumber gambar) (redaksi wongbumen)

Sebagai bupati yang pernah mengenyam ilmu bisnis, sebagai pengusaha di Jakarta, Dae Feri pandai ngakali proyek dan tak paham tata kelola pemerintahan. Kasus paling baru, Dae Feri ngakali proyek pengadaan sapi untuk desa. Ternyata, sapi yang didrop ke desa, kondisinya tidak sesuai sangat jauh dari harapan. Sapinya kurus-kurus. Padahal, sebelum pengedropan, sapi yang dijanjikan, sapi induk dan gemuk, tapi realisasinya, sapi pedet, dan kurus. Saya lihat foto di Lombok Post, surat kabar setempat, benar-benar kurus itu sapi bantuanya.

Terkait dengan kekuranganya pada tata kelola pemerintahanya, dirinya menerapkan alokasi anggaran pembangunan kepada masing-masing SKPD sesuai dengan seberapa besar jumlah kontribusi SKPD pada Pendapatan Asli Daerah, bukan berbasis pada rencana program yang diajukan SKPD. Semakin besar PAD yang disumbangkan, maka SKPD bersangkutan akan mendapat alokasi belanja semakin besar.

Pegiat LSM bima, Nurul, bercerita pengalaman seorang pejabat dinas BPM yang tidak pernah mendapat alokasi belanja besar, hanya karena menurut Bupati dinas tersebut tidak menghasilkan PAD. Kalau kita pikir, lha wong dinas tersebut memang bukan SKPD ekstraktif, artinya dinas yang bertugas mengumpulkan retribusi/pajak dari masyarakat. Dari kasus ini, nampak sekali latar belakang sebagai pengusaha member corak pemerintahan menjadi pemerinah berorientasi upeti, bukan berorientasi program untuk rakyat dengan memanfaatkan sebesar-besarnya pemasukan dari rakyat.

Bagaimana dengan Kebumen yang sebentar lagi hendak Pilkada?

Minimal ada dua model actor yang saat ini bersaing. Nasirudin, cermin tipologi pemimpin berlatar kiai, Poniman, Buyar dan Rustrianto (????)  representasi calon pemimpin berlatar pengusaha/juragan. Barangkali, pengalaman perilaku bupati kabupaten Bima bisa menjadi cermin bagi kita, seperti apa proyeksi kepemimpinan yang kelak akan terlihat pada tiga pribadi tersebut diatas, manakal memenangkan pertarungan Pilkada Nanti. Mau yang lahir dari kalangan kiai atau pengusaha..?

Borni Kurniawan, wong bumen sedang menjalankan research bareng IRE di Kabupaten Bima.

  • Share/Bookmark

Related Posts

  1. Memilih Bupati Kebumen dengan TULUS atau karena FULUS?
  2. Ruang Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2010
  3. Calon Bupati Kebumen 2010 yang bermanfaat menurut REPDEM Kebumen

Filed Under: Pilbup Kebumen 2010

Tags:

RSSKomentar (47)

Beri Komentar | Trackback URL

  1. Ken Abimanyu says:

    tapi jarene wong pinter.mimpin kabupaten beda karo mimpin perusahaan,mimpin rombongan orkes dll,akeh pengalaman wong sing wis merantau,teruji ngana ngene.. begitu bali ndesa agi dadi lurah bae wis kasus..(ora usah tek sebut desane..)kalo saya harus milih,saat2 ini saya akan milih bupati yg berani berjanji utk perubahan kalo terpilih,tapi sekaligus berani berjanji utk mundur dgn iklas,legowo, jika terpilih tapi tidak bisa membuat perubahan yg berarti buat rakyat terutama soal ekonomi..nek perlu duwe komitmen hitam diatas putih..wis ana urung calon sing duwe kriteria kaya kuwe ya? : )

  2. lha mending ra milih , mumet temen. rakyat kan subyek

  3. Kbm lima th ke depan maunya di pimpin seseorang punya akuntabilitas, kredibilitas dan loyalitas utk menjadikan Kbm sbg kab yg maju, bknnya daerah stagnan yg sulit berkembang,…. masy nantinya yg akan memilih, bukan mobilisasi masyarakat…. Kyai ok, Nasionalis Good ???

  4. Bupati thok, ora usah nganggo embel-embel ! Nek Bupati Kyai, ana masalah ming didongani. Nek Bupati Pengusaha, ana apa-apa pitungane untung-rugi.

  5. Ken Abimanyu says:

    pokoke setuju karo istilah bupati thok!..nyong arep ndukung calon bupati sing bupati yg berani berjanji utk perubahan kalo terpilih,tapi … Lihat Selengkapnyasekaligus berani berjanji utk mundur dgn iklas,legowo, jika terpilih tapi tidak bisa membuat perubahan yg berarti buat rakyat terutama soal ekonomi..nek perlu duwe komitmen hitam diatas putih..wis ana urung calon sing duwe kriteria kaya kuwe ya? : )

  6. Bupatine ilmuwan bae mangsude wong sing sugih ngelmu … mimpin pemerintahan tolih kompleks, setiap persoalan kudu ngerti lan duwe ngelmune cara mengatur lan menyelesaikan…

  7. sakarepe,sing penting bs mbangun kebumen tp ora kelalen karo rakyate,

  8. Putut As says:

    siapa saja modelnya,yang tahu apa permasalahan dan bagaimana solusi yg ditawarkan.bukan sekedar ngerti karep…karena relasi pejabat rakyat adalah relasi kebergantungan satu sama lain.

  9. Mimpin kabupaten, mimpin sekolahan, mimpin perusahaan dll, cuma butuh satu talenta/kemampuan: MANAJEMEN! termasuk manajemen pribadinya (nafsu, kalbu dll) Jika kemampuan manajerialnya kurang, tentu kepemimpinannya melempem. Jadi nggak cukup cuma bersih saja.Segala wawasan, aturan, kondisi yang ada dll harus di menej secara baik. Ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah 'terasah' dengan baik di berbagai tempat, karena pemimpin harus siap menghadapi segala macam jenis manusia.jika dia pria, godaan yang terbesar adalah wanita. kalau menjadi sukses dan berlimpah harta tapi tetap tak tergoda untuk 'neko-neko' artinya manajemen kalbunya sudah oke. tinggal dilihat jejak rekamnya saja.

  10. Abine Adhel says:

    Untuk mencari pemimpin yg baik n ahli memang sangat sulit,akan tetapi …etika serta agamais itu adalah pondasinya serta wawasan intelektualnya jg hrus ada,yg lbh pntng lg dia siap mengorbankan tenaga,dn ilmunya..untuk Kebumen…

  11. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  12. Kyai itu merusak keummatan, yakni berpasrah-pasrah pada paham 'kodar' yang MENYESATKAN itu.

  13. Ichbin Teguh says:

    pilihan terjelek diantara yang jelek

  14. Hanya bisa berharap semoga Bupati yg jadi (kiyai kek, ilmuwan kek, pengusaha 'kek, tokek 'kek) adalah seorg pemimpin yg siap untuk membawa masyarakat Kebumen menjadi lebih maju.

  15. Kang Tobor says:

    Kyai itu merusak keummatan, yakni berpasrah-pasrah pada paham 'kodar' yang MENYESATKAN itu.

  16. Kono Bae says:

    Untuk mencari pemimpin yg baik n ahli memang sangat sulit,akan tetapi …etika serta agamais itu adalah pondasinya serta wawasan intelektualnya jg hrus ada,yg lbh pntng lg dia siap mengorbankan tenaga,dn ilmunya..untuk Kebumen…

  17. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  18. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  19. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  20. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  21. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  22. Aku pengin kyai ora usah nyalon Bupati. Kyai dadi mitra kritis bae. Pengawal moral, ngayomi umat, partner umaroh. Pengusaha sing bermoral kyai tapi bermental enterpreuner..

  23. Dariman says:

    Hmmmmmmmm…….. kopine karo disambi kang, ben mandan cerdas…….he he he he he……..

    Seingetku, dulu kang Kholid (mantan anggota KPUD Kebumen) pernah ngomong, bahwa kang Kholid mundur sekang anggota KPUD salah sijine alesan anu arep memperjuangkan hak, hak sebagai warga negara yang berhak untuk dipilih dan memilih. Seliane alesan arep konsentrasi nang Ratih TV, TV sing dadi kebanggaane masyarakat Kebumen, jere….

    Dadi, calon-calon sing arep maju nang pilbup 2010 Kebumen, ya terserah arep sapa bae ya sah-sah bae, mbuh kue sekang latar belakan kiyai, pengusaha, politikus, aktivis, petani, buruh, tukang becak, supir, lan sapiturutipun…….

    Lah nek critane kang Borni sing nang nduwur kae, menurutku dadi alat belajar. Ndeleng utawa belajar sekang pengalaman nang daerah Bima, men aja nganti kedadian kaya kae kue kepriben. Tapi bukan berarti mempermasalahkan atribut diri utawa pemangku, mbuh calon kue maune dadi apa, sing penting genah visi lan misine, terus ditiliki sekang kepribadiane. Lah jaman siki kan wis penak, jaman teknologi. Dadi lewih kepenak niliki sapa-sapane wong…… Contone, kepengin ngerti kepribadiane enyong, misale…he he he he he…. nyontokena aja adoh-adoh, enyong bae lah he he he he he…

    Kepribadiane enyong bisa ditiliki sekang Internet, aktivitase ngapa, terus sekang omongane kan wis genah, lan bisa dibedek wonge kaya ngapa. Nek enyong kan wis genah,bocah nylekethek … he he he he he….. lah nek kepengin lewih detail ya kari dibukak bae nang bloge. Nek wonge ora duwe blog, geleti bae nang google dengan kata kunci wong sing arep dituju. Kue misale…..

    Mbalik mening nang cabup/cawabup Kebumen. Akankah bupati Kebumen mendatang arep kaya sing dicritakena nang kang Borni ? lah deneng takon kaya kue ?

    Ya, secara pribadi. Kaya aku kan bocah sekang pojok kebumen sebelah kulon sing miring ngidul, dadi durung ngerti visi misine para calon. Mungkin dudu kur enyong tok sing takon kaya kue, nek aku ndeleng nang blog kie, juga akeh sing takon pada kaya enyong. Apamaning nang kene jere ana ring tinju, ring tinju kanggo debat para calon. Tapi durung keton ya……?

    Waduh, deneng komentare manglur-manglur temen kie… wis lah ya… gantian karo liane…..

    Sedurunge pamit, kopine disruput sit kang………..

    Salam
    Dariman
    cah pojok Kebumen sebelah kulon miring ngidul

  24. Masing2 punya kelebihan n kekurangan. Tinggal bagaimana memanfaatkan kelebihan itu untuk mendukung kapasitas n mengatasi kelemahan buat mengeliminasi dampak buruknya. Soal latar belakang bisa dikompromikan sepanjang tidak merusak penampilan n proses apresiatif. Karena kepemimpinan efektif bukan soal kiai atau pengusaha. Tapi kapasitas pribadi yang mampu mengoptimalkan potensi lingkungan dalam berproses menuju tujuan kolektif. Pendekatan SWOT bisa jadi sewot ketika yang bersangkutan tak mampu mengatasi kendala pribadi. Kaya kuwe mbok…??

  25. Kaki Langka says:

    ujarku tah ora usah dipilah lan digolong2na calon golongan kyai, pengusaha, pns, politisi, apa Ornop (ma'af luwih maen nganggo Ornop drpd LSM)….. Sing penting ujarkua masyarakat diwenehi ngerti track record masing2 calon. Dadi bisa menehi pencerahan nang masy, aja mlebu TPS tp kur ngerti gambare ora ngerti sejatine sapa sing nang gambar…

  26. Ga penting bupati dengan latar belakang Pengusaha,kyai ,Dukun.dll…. yang penting bisa mimpin dengan baik anti korupsi dan bs mencerdaskan dan mensejahtrakan rakyat…

  27. nek bupati kyai, mending balik nang pesantren bae, lebih terhormat, dadi bupati-ne pesantren

  28. Kalo harus milih… sy milih Bupati yang kyai dengn model kepemimpinan ala kyai GusDur..ha..ha

  29. Nek wong wis tau merantau nang kota sing gede penuh kompetisi seka nol terus sukses besar, tetep terjaga agamane, kuwe wong jempolan sing pantes dadi pemimpin.Artine bisa mimpin perusahaan, nalurine kuat (wong wis teruji nang kota sing gede, kejam tur ora melasan), ora gampang dilombo wong, ngerti strategi dan wawasan serta talentanya luas.Nek mung ublek umek seumur-umur nang kampung, urung tau berkompetisi nang kana-kana apa ya ora mrendi nek dadi pemimpin..Sedulurku wong Kebumen, ayu pada mikir gole nggolet pemimpin, aja mung angger diwenehi duwit terus dipilih sing menehi, Bahaya kuwe!Ayuh nggolet pemimpin sing wis teruji nang kana-kana.Temenan ya?

  30. Kbm lima th ke depan maunya di pimpin seseorang punya akuntabilitas, kredibilitas dan loyalitas utk menjadikan Kbm sbg kab yg maju, bknnya daerah stagnan yg sulit berkembang,…. masy nantinya yg akan memilih, bukan mobilisasi masyarakat…. Kyai ok, Nasionalis Good ???

  31. Doso Prembun says:

    sengertiku nek nasirudin sih pancen apik dalam hal agamane mbiyen biasa ngisi pengajian nang kampung2, tapi ra ngerti cara mimpinne.. nek buyar apik bisnise, nduwe sekolahan “Global Islamic School” yang berdomisili di Condet Jaktim tapi yo rung ngerti cara mimpinne.. nek liyane soyo2 ra ngerti inyong.. opo meneh cara mimpinne..

  32. Wong Mbumen says:

    para sedulur, besok pagi pukul 06.00-06.30 acara Baca Blog dan Facebook di Ratih TV Kebumen……beberapa komentar di status ini insyaAllah akan dibaca, senang sekali bila para sedulur melu diskusi live….tentang acara itu bisa dilihat disini: http://www.facebook.com/notes/wong-mbumen/baca-blog-facebook-secara-live-di-ratih-tv-kebumen-ayo-gabung/284507051055atau disini: http://wongbumen.info/2010/02/06/baca-blog-facebook-secara-live-di-ratih-tv-kebumen-ayo-gabung/

  33. Mas Bachron, menurutku sih kebalik. Kepemimpinan dulu baru manajerial. Berani memulai, memberi contoh itu bagian dari kepemimpinan, baru kemudian bisa mengelola. Kalau tidak berani memulai apa yang dikelola ? Dalam struktur organisasi Pemkab. Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin, Sekdalah yang jadi manajer. Mimpin pemda dengan mimpin sekolahan, apalagi dengan perusahaan jelas berbeda. Di perusahaan kita bisa dengan gampang mem-PHK orang, di sekolahan (swasta) mudah saja mengganti guru, tak semudah itu mengganti pegawai Pemda, yang paling malas sekalipun.

  34. Wong Bumen says:

    para sedulur, besok pagi pukul 06.00-06.30 acara Baca Blog dan Facebook di Ratih TV Kebumen……beberapa komentar di status ini insyaAllah akan dibaca, senang sekali bila para sedulur melu diskusi live….tentang acara itu bisa dilihat disini: http://www.facebook.com/notes/wong-mbumen/baca-blog-facebook-secara-live-di-ratih-tv-kebumen-ayo-gabung/284507051055atau disini: http://wongbumen.info/2010/02/06/baca-blog-facebook-secara-live-di-ratih-tv-kebumen-ayo-gabung/

  35. borni says:

    weleh-weleh ramaine tanggapane sedulur kabeh nang tulisan kie…..bener sih Jare Kang Juki, ora ana Bupati kiai, pengusaha dan tetek bengek lainya. Bupati itu kan pada hakekatnya sebuah lembaga publik..dimana siapapun punya hak untuk bercita-cita, dan siapapun berhak meminta atas apa yang dikerjakan lembaga tersebut. jadi bupati itu, tidak punya kelamin. mau perempuan boleh, laki-laki tak ada yang melarang. Lembaga ini bekerja dengan sisten dan aturan yang sudah disediakan negara. hanya, ritme kerja lembaga ini, biarpun sistem sudah diciptakan sedemikian rupa baiknya, akan berkelindan dengan kualitas, kapasitas dan historisitas sang aktor. karenanya, tak heran kalau banyak bupati yang mampu memainkan SOP, regulasi dan seabrek lainya yang terkait dengan tata pemerintahan, perencanaan dan anggaran pembangunan. nah, bagi bupati yang punya kepentingan buruk dengan memanfatkan lembaga publik ini, maka kekuasaan itu akan jadi alat untuk korupsi, lan sak panunggale….!
    Sepakat juga dengan pendapate kang Dariman….bahwa tulisan ini mengajak untuk saling belajar yang tertampil dari tipologi bupati di BIma. Selain di Bima, kebetulan saya terus bablas ke Dompu sebuah kabupaten kecil di sebelah utaranya Bima. nah Bupati di kabupaten ini, dulu aktivis LSM. ya potret kepemimpinan yang diperankan ya ana plus minuse..! plus-e punya good will melahirkan kebijakan pro rakyat, sekolah gratis untuk SMU, berobat gratis dan BUMDes, meski pada implementasinya ada celah yang bisa dimainkan untuk mencari keuntungan, atau juga dimanfaatkan pemburu rente dari birokrasi sendiri untuk cari duit dari program yang katanya berbasis hak itu.
    Biar pun dulu dia dari LSM, ternyata dalam berpolitik, dia mampu mengkondisikan peta politik daerah tetap mengkosongkan posisi wakil Bupati. Proses Bupati Dompu yang saat ini menjabat, itu kan kaya Nasirudin menggantikan Rustriningsih. hanya yang digantikan Syaifurrahman, nama bupati Dompu ini, karena tersangkut korupsi dan terbukti sehingga harus ditrurunkan dari jabatanya. akhirnya, wakilnya naik. tak seperti Kebumen, dimana kekuatan politik didalamnya berhasil ngantar Rustrianto jadi wabup, di Dompu, Syaifurrahman mampu menaklukan kekuatan politik untuk tetap mengkosongkan posisi wabup. jadi sampai saat ini dia Bupati tanpa Wabup.
    Apa pelajaran dari semua ini, saya setuju dengan pendapat kang Langka, bahwa rakyat yang akan memilih tapi di sisi lain memberi informasi tentang bobot, bebet, bibit, barangkali akan membantu preferensi rakyat atas calon bupati dan wabup yang saat ini muncul ke panggung Pilkada Kebumen, disamping info visi dan misi. kembali keatas, kekuasaan berkelindan erat dengan latar belakang sipemegang kuasa.

  36. yang jelas mending yang punya modal … jadi di masa jabatan ga cuma nyari modal…

  37. Mas Iyank says:

    Para politikus yaitu pemain politik yang rakus kaya tikus ha ha ha ha, nyruput banyu putih bae lah!!!

  38. lala says:

    nek menurutku bupati kuwe jabatan beda karo liya liyane misale pebisnis/ pengusaha. nek wong bisa berhasil ngelola usahane nganti sukses durung tentu bisa sukses ngelola daerah kabupaten lan rakyate. soale nek dadi pengusaha nduwe otoritas penuh, tapi bupati ora nduwe otoritas penuh. contone, arep netapna apbd kudu ketemu DPRD. nek dprd ne mandan ora cocok karo bupatine isa dipersulit (suwe le disahkan), dadi kegiatan pemkab nggo nglayani rakyat dadi terganggu wong danane ora ana. knpa ra ana?? soale urung bisa cair. kenapa ra bisa cair?? soale apbd urung “di ketok” DPRD (padahal bupatine wis nggawe RAPBD). kenapa DPRD ne ra nggelem “ngetok”?? ya takon dewek nganah nang DPRD ne.
    nah kuwe nembe salah siji contoh, nang ngapa jabatan bupati beda karo liya liyane.

  39. Mas Iyank says:

    BU-PA-TI, BUkan PAsrah untuk maTI, maksudnya bukan hanya mengurusi masalah agama saja apabila beliau dari basik religi dan juga tidak hanya terfokus pada pembangunan dll akan tetapi seorang BUPATI harus siap untuk menghidupkan segala aspek kedupan masyarakat yangh tadi setengah mati dan apabila telah matipun harus siap untuk menghidupkannya kembali, (kaya crita nang komik bae ya?)

    • key says:

      sapa bae sing dadi bupati kudune rakyate siap disit le arep mbangun daerahe. wong siki akeh rakyate sing cuek. ana program nggawe dalan karo jembatan be ora pada gelem ngrewangi. contoh liyane, nek ana tanggane sing kurang mangan ya siki wis akeh sing mbuta karo mbudeg. utawa ana kegiatan ronda ato kerja bakti be pada bebeh mangkat. apa maning kon ngrewangi mbangun daerah. nek kaya kuwe kapan le arep maju. emange bupati kuwe superman sing ora butuh dukungan tenaga, pikiran lan liya liyane?

  40. Jare sapa sing nduwe modal ora terus nggolet modal nek wis njabat, karepe ya tetep baelah modal balik plus plus plus. Apa ana sing wani teken kontrak apa dadi bupati ora kepengin bathi ? Nggolet bathi kan ora dilarang sing penting kan ora nglanggar aturan …..

  41. Mas Iyank says:

    Wong sing jenenge usaha yan kudu anggo modal, tapi nek ora anggo pretungan ya mesti bakal modar apa maning nek kakehen pretungane palah medodong soale arep golet bati seakeh-akehe, nggih mboten Gus Juki (tek sebut Gus bae lah, ora penak karo rika)

  42. agus mulyadi says:

    Wah aku ra milih. Wong Kang Juki ra sida nyalon. Keprimen baen nek ra Kang Juki aku ra melu. Hidup Kang Juki bupatine wong bumen.
    Lha omong-omong Kholid Anwar jebul metune saka KPU merga arep dadi Tim Suksese Pak Kyai. Ja keblinger jabatan mas Kholid Anwar. Kerja nang Ratih TV ya sing profesional ya … Ngko pas kampanye ya sing obyektif

  43. Kholid Anwar says:

    Mengawal HAK MEMILIH dan HAK DIPILIH
    ====================================
    Jane aku orang kepengin komentar, ning pijer ana sing ngitik-itik ya dadi njenggirat. Apa bener nek kyai dadi bupati haram hukumnya ? Kesombongan intelektual dan kecongkakan finansial tek deleng kok arep ngalangi "hak dipilih" Kiai Nasir ? Mulane aku metu sekang KPU wong nang kana ya terkontaminasi pikiran-pikiran, nek kyai apike ya ora usah nyalon, ngurusi santri bae, dudu ahline. Lha sing milih bupati sapa sih ? Kan 900 ewu luwih rakyat Kebumen ?
    Hak memilih dan hak dipilih harus sama-sama dikawal agar demokrasi berproses lebih cepat baik. Sapa sing menang, apa kyai, apa pengusaha, apa blantik politik, udu urusane bloger, ning men rakyat sing menentukan. Mung kebener, isih ana parpol sing waras (Demokrat) gelem memberikan "hak dipilih" nang Kiai Nasir, dadine olihe ngawal "hak dipilih" ora perlu maning nggalang dukungan 40 ewu tanda tangan lan KTP. Metu sekang KPU kan juga pilihan bebas toh ? Bukan karena keblinger jabatan. Lha jabatan Yth Agus Mulyadi sing dikarepna apa ?

Beri Komentar lho...




Nek kepengin jenenge rika ana gambare, monggo damel Gravatar teng mriki!.