Memangnya tidak ada topik selain wuwuran?
- Monday, July 26, 2010, 9:25
- Politik Uang / Wuwuran
- 13 views
- 8 comments
Bertebaran di status facebook wongbumen ptotest dari facebookers yang isinya agar WongBumen tidak lagi menulis topik wuwuran. Kata facebookers itu, topik wuwuran sudah tidak aktual lagi, karena pilbup sudah selesai. Masih banyak topik lain yang lebih menarik dibandingkan wuwuran. Mereka juga ada yang menuduh bila WongBumen tetap kampanye anti wuwuran, itu artinya WongBumen tidak cerdas, kurang kreatif, miskin ide, dan seabreg label negatif lainnya.
Maturnuwun atas protestnya. Kami menganggap positif saja semua protest itu. Karena protest mereka tentu dilandasi oleh niatan baik. Ya, dalam kontek pengembangan WongBumen, mereka ingin WongBumen menjadi media yang baik dan besar di masa mendatang. Pun, misalnya mereka ada yang ptotest karena misi politik kepentingan –misalnya mereka marah karena jagonya dibesar-besarkan telah melakukan politik uang, hahaha…– kami tetap menganggap mereka itu juga berniat baik..ha ha ha…..
Ya, WongBumen memang masih saja kampanye anti wuwuran bahkan terus sampai kini. Karena kami memandang, wuwuran itu tidak baik. Ya, wuwuran itu tidak baik bagi pembangunan bangsa ini. Bila di negara demokrasi ini pemenang dalam setiap momen pemilihan pemimpin merupakan hasil beli suara, kami meyakini bangsa ini akan semakin terpuruk. Politik uang adalah praktek dimana didalamnya ambisi penguasaan dan penindasan lebih tinggi daripada pemberdayaannya. Dan kami menolak politik uang, wuwuran.
Tapi jangan khawatir, kami memenuhi permintaan para facebookers agar ada topik lain selan topik anti wuwuran. Di tulisan sebelumnya juga sudah mulai ada topik-topik selain anti wuwuran to? Namun demikian, topik anti wuwuran dan anti sogokan akan terus kami lakuka.. Walau dalam bentuknya yang berbeda. Terimaksih atas masukannya, dan semoga mencerahkan…hahaha…*bagaimana mungkin tanpa kopi tercerahkan? hiks*.
About the Author
8 Comments on “Memangnya tidak ada topik selain wuwuran?”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!






















moderator/pengelola blog/facebook wong bumen yang kreatif dan nomer 1 dalam infonya…. setuja bahasane “om tukul” wuwuran perlu diperangi dengan extra,,, kalo wuwuran terus berlanjut bisa jadi pijakan untuk melakukan korupsi,, mungkin lebih banyak gaya atau banyak cara untuk bisa menyampaikan wuwuran itu tidak baik,, jadi tidak monoton dalam penyampaianya.. “efektif dan mengena”.
thks
[Reply]
Kholid Anwar Reply:
July 26th, 2010 at 12:52 pm
Sekali wuwuran, seterusnya akan wuwuran. Bagaimana tidak, wong bupati kalau mau mengambil kebijakan harus dengan DPRD, sedangkan basis politik yang yang tidak kuat menyulitkan visi misi terjabarkan kalau tanpa dukungan DPRD. Akibatnya,ya butuh wuwuran lagi kalau mau “memajukan kebumen”. Wuwur lagi wuwur lagi, bosen ah.. Tapi ya bagaimana lagi…. ?
[Reply]
Dariman Reply:
July 26th, 2010 at 1:43 pm
Ha ha ha ha ha …………. oalah kakine-kakine, muwur baen emange klembak menyane ora entek-entek ? nek klembak menyane diwuwurena baen, gole kulakan mening nganggo apa ? ngrogoh sake sapa kue ?
Wong bumen aja bosen-bosen menyuarakan anti wuwuran, kaya tulisan sedurunge (http://wongbumen.info/2010/07/25/cegah-penyakit-wuwuran-di-pilbup-purworejo-aja-niru-niru-kebumen/) wong bumen juga peduli kabupaten lain, ben tatanan negara ora dikuasai nang duit wuwuran.
[Reply]
WongBumen Reply:
July 29th, 2010 at 12:50 am
ada rantai kekerasan…yang ini rantai wuwuran…tesis baru dalam terori perubahan sosial…hehehe.
[Reply]
WongBumen Reply:
July 29th, 2010 at 12:49 am
mantaff…..heheehe
[Reply]
hiks….
[Reply]
Politik Kemanusiaan
(Reflekesi atas politik itu kejam)
=============================================================
Oleh: Eko Wahyudi
Peradaban budaya manusia seutuhnya adalah jalan paling tepat dan pas dalam hak penerapaan pemberdayaan masyarakat dengan nama politik.
Politik lebih baik di rubah dan di ruwat semua yang berkaitan merugikan peradaban manusia
Dari bahasa politik kemanusiaan, memang sangatlah aib dan mengerikan kalau dilhat, masyarakat sebagai pemgeng kedaulatan juga bosan dan tidak menyakai, bisakah paradigma politik ini dirubah menjadi politik yang santun menuju kearah tatanan kemanusiaan yang lebih mulia dan diterima oleh kita semua.
Bisakah politik kemanusiaan ini yang belum dipraktekan oleh pelaku dan pemain politik. Selain itu juga bukan hanya pelaku dan pemain politik saja, Tapi masyarakat dan semuanya harus duduk bersama atas pemahaman politik kemanusiaan,
Sebab wajah politik kita itu, hasil polesan dari pihak luar atau menerapkan teori dan sistem serta menerapkan cakar-cakar yang kuat di Republik ini disemua lini.
Hanya kita yang mampu membuat hanya kita bisa mengusung politik ala kita yang bisa memahami karakter dan kondisi budaya masyarakat dan kemuan yang dihendaki rakyat.
Perebutan diranah pemikiran, idiologi strategi pemberdayaan, strategi perebutan. Itu sudah dan sudah jawabnya”, yang lebih mengerikan kenapa perubahan ini tidak tercapai rakyat. Yang terjadi hanya perebutan kelompok dan kelompok.?. tidak pada nilai-nilai pada cengkraman kekuasan yang bersifat dan berawatak kemanusiaan.
Apa yang terjadi seandainya ini menjadikan realitas politik dan kenyataan politik di Negara kita dan tersebar luas di daerah-daerah. Menurut saya, sebuah politik kekuasaan atau politik merebut lebih kuat. Seharusnya dirubah dan diganti dengan cara dan hasil yang bersifat pada nilai manusiawi.
Seandainya, mereka (pemain politik) tidak menerapkan yang di maui rakyat bersama atau kemunitas rakyat. Maka akan tersandung dan akan jatuh oleh gerakan cita-cita berpolitik rakyat. Politik rakyat untuk menata peradaban manusia. Akan juga menjadikan politik itu adalah sebuah neraka kejam yang bisa mengahncurkan hati dan perasaan manusia.
Kemanusiaan untuk kita semua
Kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat bersama adalah menjadikan tujuan akhir sebuah penyelenggraan pemerintah bernama “POLITIK KEMANUSIAAN”. Politik adalah cara saja, yang lebih penting bagaimana semua pelaku yang dipartai dan yang di masyarakat, serta yang jadi pengusaha dan semua pelaku itu mengerti akan keluhaan dan kondisi rakyat.
Mengenai kondisi dan rakyat, memang perlu adanya penelitian lebih dalam dan berkelanjutan, terkait kondisi bangsa kita, kondisi rakyat dan keadaan inilah yang menjadi titik temu dan titik persimpangan elemen-elemen poltik kemanusiaan, politik kemanusiaan lebih berhasil dan pasca dalam era sekarang, era sekarang menerapkan politik identitas kemenenangan semata, tidak menerapkan politik untuk rakyat, bukan untuk elit parpol atau pejabat tertentu.
Pejabat elit, pejabat parpol pejabat pemerintah dan para tokoh harus kita sadarkan dan kita pahami agar mengerti paham dan mengerti, sebab mereka juga ingin menginginkan sistem politik yang betul-betul sesuai dengan nilai kemanusiaan.
[Reply]
WongBumen Reply:
July 29th, 2010 at 1:26 am
dawa temen komentare..hehehe…….
[Reply]