Dunia Kopi WongBumen dan masa depan Indonesia

Ada banyak komentar terhadap WongBumen yang suka ngopi. Ada komentar yang positif, tidak sedikit pula yang negatif.

Mereka yang menanggapi positif, karena tahu bahwa istilah ngopi yang dikembangkan WongBumen tidak semata minum kopi. Tapi ngopi sebagai istilah duduk bersama, ngobrol tentang hal tertentu, dan mencari pemahaman atas yang diobrolkan. Dan, biasanya sih, kopi menjadi minuman setia obrolan. Walau dalam kenyataannya, ada pula peserta ngopi yang tidak minum kopi, tapi minuman lainnya seperti teh, bahkan air putih.

Sedang mereka yang menanggapi negatif, salah satu alasannya karena tidak biasa kumpul bareng WongBumen. Mereka memahami ngopi semata sebagai minum kopi. Ya, minum kopi. Dan mereka selalu bilang bahwa minum kopi kebanyakan itu tidak baik. Nanti seperti mbah Surip. Cepet kena penyakit, dan death….ha hahaha…

Kembali yang pertama, ngopi menjadi sangat penting dalam dunia dimana individualisme sudah mulai menjalar ke pikiran banyak orang. Di desa pun, individualisme sudah menjadi penyakit. Budaya ngopi menjadi perlu dikembangkan, agar kebersamaan, gotong-royong, dan kearifan tradisional lainnya, yang sudah turun-temurun dan memang dari sononya sudah bernuansa kebersamaan, tidak hilang sama sekali di dunia yang sudah serba pragmatis sekarang ini.

Indoesia yang sudah tercabik oleh angkara murka klaim kebenaran dan individualisme, akan terobati dengan ngopi..ya Dunia Ngopi WongBumen….hahahahahah

Tapi yang kedua, minum kopi juga penting. Susah memang memberikan alasan, karena minum kopi itu menjadi hobby dan kebiasaan yang personal sifatnya. Segudang alasan memang bisa dijadikan alasan minum kopi itu baik. Tapi pilihan akhirnya kembali kepada anda sendiri, mau minum kopi, teh atau sekedar air putih. Atau bahkan milih minuman kalengan lainnya, yang bikin kepala pening bagi yang belum bisa mengkonsumsinya.

Kedepan kita bicara Dunia Kopi, baik dalam pengertian yang pertama atau yang kedua. Lihat saja di kategori ini.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • Google Buzz
  • LinkedIn
  • Live
  • MSN Reporter
  • MySpace
  • Netvibes
  • Plurk
  • Reddit
  • Technorati
  • FriendFeed
  • Ping.fm
  • RSS
Tags:

About the Author

WongBumen has written 34 stories on this site.

2 Comments on “Dunia Kopi WongBumen dan masa depan Indonesia”

  • pemimpin rakyat wrote on 30 July, 2010, 21:51

    kopi. sruput,,,, enak legi pahit….. kopine wongbumen, ditambahi tempe gembus.. apa balok karnagsambung sing memput enak, rokoke gudang garam abang. bul bulllll enak..
    karo pada ngrasani politik.. dadine kopi politik ben kebumen maju. nek amben dina di elingna mestine ya pemerintah krungu mbok ?? nek krungu ya berubah,, apa ndablegggg. hehhehhe. nek ndableg ya/.. kue wajibe mandeg dadi pemeritah pelayan rakyat.. men ganti rakyat sing kuasa,,
    kopineee pahit deneng,,, gerrrrr

    [Reply]

  • Kholid Anwar wrote on 31 July, 2010, 17:45

    kadung pemikiran ngopi bareng identik karo “gotong royong” kalau mau krigan medangan bareng, wong bumen ketone akeh sing alergi. Buktine, semangat gotong royong ora didukung…. ha ha ha… Masa depan Indonesia ketone kok hitam, kaya kopi kenthel ?

    [Reply]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Wong Kebumen. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.